Minggu, 03 Juli 2016

Basa Basi, Basi





 
Gambarnya diambil dari liputan 6.com yeeee :P

A : Loh tumben kok nyapu, dek?
B : Iya Budhe, jarang-jarang nih. Biasanya tinggal ayun tongkat, sapunya bisa nyapu sendiri. (Yang biasanya di batin  dengan, ‘kayaknya gw perlu bikin vlog kegiatan bersih-bersih rumah sehari-hari nih trus upload dengan judul: Replikasi Luna Lovegood dalam Kegiatan Sehari-Hari.)
------------------------
Di acara pertemuan keluarga
A : Wah cantiknya, sekarang kuliah dimana, semester berapa?
B : Di %&*(#$&****$%$%, Om. Semester 1.
*muter ambil snack*
C : Halaaa.. makin cakep aja nih. Sekarang kuliah dimana, semester berapa?
B : Di %&*(#$&****$%$%, Tante. Semester 1.
*nyamperin ice cream*
D : Hlo dek, Sekarang udah kuliah dimana? Semester?
B : Pakdhe, sebaiknya kita butuh papan nama yang berisi Nama, TTL, Sekolah, Semester, Kelas, Tempat Kerja, Status... Biar ngobrolnya lebih cepat pada poinnya deh.. Iya kan Pakdhe…. Pakdhe….. *kemudian digetok*
-----------
Kalau ini pengalaman orang sih… Biasanya di acara kumpul-kumpul relasi gitu.
A: Wah, kok masi berdua aja sejak menikah. Ga pengen apa kemana-mana bertiga gitu?
B: Ga kangen sama suasana rumah yang rame? Jangan nunda loh, nanti malah susah dapatnya..
C: Kapan nih, rencana ngeluarin edisi lo versi Junior…….
D: *Cuma bisa menelan senyum pahit saking udah lelah sama semuanya*

Basa-basi. Sebuah tindakan yang diyakini bisa menyelamatkan suatu kondisi ketika sedang kepepet, suatu tindakan yang diyakini untuk mempermudah pencapai tujuan, dan suatu tindakan yang diyakini bisa untuk membangun jaringan komunikasi. Well, tak dapat dinafikkan kalo basa-basi itu sudah melekat erat di banyak kehidupan orang Indonesia. Kalo istilah Jawa nya sih kelet dengket, yah semacam nempel kaya perangko lah. Tau kan gimana bentuk perangko kalo udah tertempel dengan sempurna dan ternyata pemasangannya salah, harus di kelopek kembali? Semua tak lagi sama, dua bagian tersebut luka. Ya, dua hal yang telah diputuskan atau memutuskan unttuk bersatu sebaiknya tak usah dipisahkan.*Apa sih Ag*


Kembali ke masalah basa-basi tadi. Meski tidak semuanya, banyak orang Indonesia ga bisa lepas dari yang namanya basa-basi. Tapi sebenernya mereka bisa kok ga menggunakan basa-basi yang seringnya berujung nyebahi. Atas nama efektivitas, seharusnya basa-basi ini di eliminir sajalah dalam khasanah perkomunikasian dalam tatanan masyarakat. Aku tuh sering ngga ngerti, sebenernya orang yang sedang basa basi yang basi itu mereka sadar nggak sih sama ke genggesannya. Basa-basi yang basi itu basa basi yang akhirnya malah menyakiti si penerima basa-basi, dan proses sengit ini bisa berlanjut kalo si penerima basa-basi memberikan serangan balik yang ga kalah nyebelin. Jadi, udahlah kalo mau ikrib ga ush pake basa-basi basi, bisa loh langsung ke poin yang mau ditanyain, poin yang mau dibicarain. Kalo menurutmu piye?

0 komentar:

Posting Komentar