Sabtu, 21 September 2013

Self Talking



Have you heard about self talking. Well, aku sih ngga ngerti-ngerti amat istilah buat orang yang suka ngomong sama diri mereka sendiri. Most of people said kalo orang yang suka ngomong sendiri itu gila, kurang waras, dan agak sinting. Dan jujur, saya juga pernah memberi judgement serupa.
Tapi yang perlu diketahui adalah, tidak semua orang tertarik dengan apa yang kita bicarakan. Meski kita sadar bahwa cerita kita memang sangat menarik at least bagi diri kita, tapi tidak dengan orang lain. Ekspresi orang yang melakukan penolakan terhadap cerita tentang diri kita adalah dengan cuma, ber “ohh.. ohh” ria, atau dengan , “iya” “terus?” itu penolakan secara halus meskipun memang ada sebagian orang benar-benar tulus mengucap itu (sebagai bentuk apresiasi mungkin ? :p ) dan yang paling fatal adalah dengan ekspresi nguap-nguap ga jelas, garuk-garuk atao gerakan-gerakan gelisah buat nunjukin ketidaknyamanannya.
But, hey,,, you don’t need to be worry.  Bukankah manusia sebaik-baik penjaga hati adalah diri kita sendiri ?  Kalo bukan diri kita siapa lagi? So? Baiklah mari kita link kan paragraf-paragraf diatas. Ga usah menampik semua orang pasti ingin di akui eksistensinya, pengen mengungkapkan tentang diri mereka sendiri sebagai perwujudan “ ini lhoo.. gw ada”.  Jadi, ketika orang lain lelah mendengar atau  ketika hal terlalu absurd dan terlalu privat untuk diungkapkan kepada orang lain. Why don’t you talk to yourself? Walopun  benar, tidak ada second opinion dari pihak lain. Setidaknya kita merasa lega. Bahkan ketika orang lain terlalu rumit bahkan ruwet, bicara kepada diri sendiri itu penting ! Siapa yang harus paling ngerti diri kita? Kita sendiri kan? Let’s try self talking. (tapi kalo ga mau dianggap sinting sama orang lain yang ga ngerti betapa penting nya self talking. Mending diruang yg bener-bener cuma ada kita). Wish you luck ! :P

*note : tanpa sadar atau dengan kesadaran penuh saya sering self talking. Sekedar biar lega, atau untuk meyakinkan diri sendiri.  \(^_^)/