Have you
heard about self talking. Well, aku sih ngga ngerti-ngerti amat istilah buat orang
yang suka ngomong sama diri mereka sendiri. Most of people said kalo orang yang
suka ngomong sendiri itu gila, kurang waras, dan agak sinting. Dan jujur, saya
juga pernah memberi judgement serupa.
Tapi yang
perlu diketahui adalah, tidak semua orang tertarik dengan apa yang kita
bicarakan. Meski kita sadar bahwa cerita kita memang sangat menarik at least bagi
diri kita, tapi tidak dengan orang lain. Ekspresi orang yang melakukan
penolakan terhadap cerita tentang diri kita adalah dengan cuma, ber “ohh.. ohh”
ria, atau dengan , “iya” “terus?” itu penolakan secara halus meskipun memang
ada sebagian orang benar-benar tulus mengucap itu (sebagai bentuk apresiasi
mungkin ? :p ) dan yang paling fatal adalah dengan ekspresi nguap-nguap ga
jelas, garuk-garuk atao gerakan-gerakan gelisah buat nunjukin
ketidaknyamanannya.
But,
hey,,, you don’t need to be worry. Bukankah
manusia sebaik-baik penjaga hati adalah diri kita sendiri ? Kalo bukan diri kita siapa lagi? So? Baiklah mari
kita link kan paragraf-paragraf diatas. Ga usah menampik semua orang pasti
ingin di akui eksistensinya, pengen mengungkapkan tentang diri mereka sendiri
sebagai perwujudan “ ini lhoo.. gw ada”. Jadi, ketika orang lain lelah mendengar atau ketika hal terlalu absurd dan terlalu privat
untuk diungkapkan kepada orang lain. Why don’t you talk to yourself? Walopun benar, tidak ada second opinion dari pihak
lain. Setidaknya kita merasa lega. Bahkan ketika orang lain terlalu rumit bahkan
ruwet, bicara kepada diri sendiri itu penting ! Siapa yang harus paling ngerti
diri kita? Kita sendiri kan? Let’s try self talking. (tapi kalo ga mau dianggap
sinting sama orang lain yang ga ngerti betapa penting nya self talking. Mending
diruang yg bener-bener cuma ada kita). Wish you luck ! :P
*note :
tanpa sadar atau dengan kesadaran penuh saya sering self talking. Sekedar biar
lega, atau untuk meyakinkan diri sendiri.
\(^_^)/