Minggu, 30 Juni 2013

waktu

Semua itu kuasa Tuhan
Melalui waktu Ia mengubahnya
Yang dulu terasa renggang kini kian merapat
Yang dulu terasa sempit kini semakin lapang
Waktu hanya barisan deret angka
Bagi mereka yang tak bisa menyesapinya


6 lembar pertama 2012


Terima Kasih telah mengijinkan ku memberi warna dalam setiap perspektif, sudut pandang, dan pola pikirmu

Terima kasih telah membuatku seperti jeda dalam setiap helaan nafasmu, meski aku bukan lah udara yang kau hirup dalam setiap hela

Terima kasih


Senin, 24 Juni 2013

bingkisan dua satu



Pagi itu 18 Juni 2013, ya waktu itu masih benar-benar pagi. Aku menilik telepon genggamku, ada beberapa pesan singkat dan dua panggilan tak terjawab. Berbagai ucapan penuh doa silih berganti  terlintas dipikiranku, tapi ada satu pesan tertanda pukul 03:16:11, memacu otakku untuk bertanya ,ada apa ini?

Siang itu 18 Juni 2013, kami telah siap dengan armada kami, dengan perisai kami. Kami berjalan berderap. Kami, dengan misi pembebasan dipundak. Silih berganti, kawan-kawanku meneriakkan  petisi mereka. Menolak, menentang, mengecam ! Kami  satu rasa, satu tekad, satu tujuan. Kami menjadi satu. Tak peduli berapa orang yang mencerca, menghina, merendahkan. Semangat tak sedikitpun surut. Bahkan ketika bulir-bulir hujan yang jarang  menjadi rapat, kami tak gentar. Semakin membara, terpancar melalui binar mata mereka.

Betapa hari itu begitu berharga untukku, tidak ada kue ulang tahun, tidak ada acara tiup lilin, tidak ada kejutan. Ini semua lebih dari sekedar itu semua, hari itu ketika niatku dipertanyakan, janjiku dipertanyakan. Apa yang telah aku berikan untuk negara ku?

Terima kasih untuk bingkisan dua satu sarat makna ini. Hari itu 18 Juni 2013.

Kamis, 06 Juni 2013

Senja



Dibatas senja, setidaknya kita pernah saling mengisi mozaik masing-masing. Ketika kita secara sama rela membagi harapan yang pernah kita punya. Ketika aku dan kamu saling bertukar kepingan mozaik untuk membangun sebuah mimpi yang suatu saat harus menjadi nyata. 

Aku dan kamu yang duduk dibawah langit senja, saling menertawakan mimpi masing-masing. Bahkan ketika orang lain menganggap kita sudah gila. Tapi bukankah kita memang sudah benar-benar gila. Ketika kita sadar, semua orang pasti mati tetapi tidak semua benar-benar hidup.

Ketika aku dan kamu mengintip masa depan melalui senja, kala itu. 

Selepas senja, 6 Juni 2013