Pagi itu 18 Juni 2013, ya waktu itu masih benar-benar pagi. Aku
menilik telepon genggamku, ada beberapa pesan singkat dan dua panggilan tak
terjawab. Berbagai ucapan penuh doa silih berganti terlintas dipikiranku, tapi ada satu pesan
tertanda pukul 03:16:11, memacu otakku untuk bertanya ,ada apa ini?
Siang itu 18 Juni 2013, kami telah siap dengan armada kami, dengan
perisai kami. Kami berjalan berderap. Kami, dengan misi pembebasan dipundak.
Silih berganti, kawan-kawanku meneriakkan
petisi mereka. Menolak, menentang, mengecam ! Kami satu rasa, satu tekad, satu tujuan. Kami
menjadi satu. Tak peduli berapa orang yang mencerca, menghina, merendahkan.
Semangat tak sedikitpun surut. Bahkan ketika bulir-bulir hujan yang jarang menjadi rapat, kami tak gentar. Semakin
membara, terpancar melalui binar mata mereka.
Betapa hari itu begitu berharga untukku, tidak ada kue ulang tahun,
tidak ada acara tiup lilin, tidak ada kejutan. Ini semua lebih dari sekedar itu
semua, hari itu ketika niatku dipertanyakan, janjiku dipertanyakan. Apa yang
telah aku berikan untuk negara ku?
Terima kasih untuk bingkisan dua satu sarat makna ini. Hari itu 18
Juni 2013.
0 komentar:
Posting Komentar