Minggu, 11 Maret 2012

REGRET AND BE THANKFUL

REGRET AND BE THANKFUL

I can’t repair the bad thing that I’ve done,I regret my foolishness in my past,but I’m happier to be thankful of that.
Well, pada dasarnya memang hidup itu seperti garis lurus,tak pernah kembali ke titik awal garis itu dibuat. Karena hidup bukan lah bulatan bola yang tiada berujung dan tiada berpangkal.
Ya, memang begitulah hidup. Kita tidak bisa memperbaiki hal yang sudah berlalu. Sebagai manusia biasa, saya sering melakukan kesalahan/kebodohan yang berujung penyesalan. Dan saya tidak mau terkurung dalam kata-kata, “Andaisaja dulu aku......”, “Kalau saja aku tahu......” terlalu lama. Karena toh saya juga nggak akan bisa memperbaiki hal yang sudah lewat. Mengapa harus terkurung dalam dimensi pengandaian yang tiada berbuah.
Tapi disini  saya bisa belajar, saya tidak terlalu takut melakukan kesalahan. Karena dengan menjadi risk taker kita akan tahu lebih banyak daripada seorang yang hanya mengambil “jalan aman”  yang terkadang hanya mengetahui dunia yang itu-itu saja.
Suatu hal yang tertinggal sepanjang perjalanan menjadi seorang risk taker adalah saya lebih mengetahui banyak hal dari yang teman seusia saya dapatkan kala itu. Karena kesalahan adalah peringatan yang diawalkan. Saya tidak bisa membayangkan kalau saja kebodohan yang saya lakukan saat ini saya lakukan dimasa yang akan datang. Terlalu banyak yang dikorbankan jika hal bodoh ini saya lakaukan lakukan di masa mendatang.
Saya  menyesal pernah melakukan tindakan yang sebegitu bodohnya waktu saya berada di usia yang seharusnya masih belum pantas melakukan hal itu. Tapi saya bersyukur atasnya,karena di usia sekarang saya bisa lebih aware dengan situasi yang mungkin akan melenakan bagi orang yang belum pernah mengalami sebelumnya.
Well, being regretful is required, but when you put yourself as the most culpable person for a long time,keep moving and be thankful you’ve been awakened earlier.



be thankful to your life