Sabtu, 08 Agustus 2015
Rabu, 01 Juli 2015
Makna dan Kamu
Malam ini, biarkan aku menuliskan sesuatu tentang
kamu.
Aku pernah merangkai mimpi bersamamu, di suatu senja
dengan awan berarak
Kita pernah berjanji untuk saling mengisi
mozaik-mozaik kehidupan kita
Masih ingatkah kamu tentang senja sore itu?
Itu dulu, jauh sebelum kita hidup di realitas
Ketika aku dan kamu masih bebas menari di sela awan
yang menggumpal
Ketika aku dan kamu masih bebas berlarian diantara
debur ombak
Ketika aku dan kamu masih bebas berkelakar dalam malam
genting
Tapi tenang saja, selama ada kamu aku percaya hidup ku
akan baik-baik saja
Meski kini kita berada pada masa lebih banyak
kurangnya daripada lebihnya
Masa dimana salah lebih banyak daripada benarnya
Ingatkah kamu, pernah beberapa kali ditengah jalan aku
tertunduk pasrah
Aku yang hampir menyerah
Yang ternyata pikirku tidak lebih panjang dari
tanganmu
Tangan yang memelukku waktu itu
Memeluk asa ku, memeluk mimpiku
Ketahuilah, aku memang masih bisa hidup tanpamu
Tapi hidupku jauh lebih bermakna sejak ada kamu :)
Jumat, 09 Januari 2015
Kamu Siapa?
“Mbak, aku sebel sama si X. Dia ceramahin aku terus gara-gara
bla..bla..bla…”
“Dia siapa kamu?”
“Bukan siapa-siapa juga. Kenal deket juga engga.” Jawabnya
bersungut-sungut.
“Ngasih uang jajan? Bayarin Sekolah? Jamin masa depan kamu hidup
yang ga sekedar hidup?”
“Engga juga.”
“Udah, suruh dia ngerjain tugas kuliahnya daripada sibuk
ngurusin kamu. Jangan kaget nak, kita sedang hidup di jaman banyak orang yang
lebih suka ngribetin hidup orang lain ketimbang ngurusin hidup mereka sendiri.
Kek idup udah pade bener aje.”
Aku yakin ga Cuma adekku aja yang ngalamin demikian. Masalah
recok-merecoki hidup orang kayaknya udah hampir jadi habit yang nggilani.
Mau bukti? Buka aja tweet-tweet dari selebtwit, pasti ada aja yang nyinyirin,
yang ngasi petuah kek udah akrab dari jaman cimit. Mau contoh nyata lainnya,
sesekali tengoklah instagram para artis. They Judge them like they know
them so well. Apeu.
Kita ini ngerti apa sih soal kehidupan orang lain, bisa jadi
kita hanya tau mereka punya nama tapi tak pernah tau mereka punya cerita. Kita
ndak pernah ngerti kan tentang apa yang mereka lalui, jadi apa hak kita buat
menghakimi mereka. Masih keukeuh? Situ Tuhan?
Dan satu lagi yang penting…
Hemm… Masih ngeyel? Atau jangan-jangan situ yang suka ngribetin hidup orang memang dinobatkan sebagai satu spesies yang dijaga kelestariannya, untuk menjaga stabilitas kehidupan. Biar hidup ada gemes-gemesnya gitu. Iya gitu. Dan Kamu yang juga belum sadar kalo masuk golongan spesies nyebelin itu? Good Luck aja! :P
Langganan:
Postingan (Atom)
