Minggu, 22 Januari 2012

have u heard about this game?


Minggu pagi, ya minggu pagi. Jam enam lebih tiga puluh tujuh menit,dua puluh dua Januari ,dua ribu dua belas. Sukoharjo tempat kelahiran saya tercinta masih gelap,udaranya yang menusuk tulang membuat orang enggan untuk beraktivitas. Termasuk saya, yang saat nulis ini duduk manis di depan layar komputer.
Hampir di setiap  suasana seperti ini pikiran saya pasti melayang ke awang-awang. Memutar waktu sepuluh atau dua belas tahun lalu. Saya yang pada masa itu menghabiskan  masa kecil saya dengan manisnya. Dengan teman-teman sekampung yang begitu banyak mengajari saya tentang sebuah arti kehidupan dengan kepolosan dan keceriaan mereka. Saat dimana kita bermain, disitulah saya belajar. Keceriaan mereka mengajari saya banyak hal. Permainan favorit kami semasa itu adalah karetan atau terkenal dengan sebutan lompat tali. 

Karetan adalah suatu permainan tentang melintasi rintangan karet-karet gelang yang terangkai dalam suatu rangkaian. Permainan ini memang menggunakan karet gelang yang dirangkai, karena berbahan dasar karet lah maka disebut dengan karetan. Terkadang ada pula yang menyebut lompat tali itu sebagai uding. Lain karetan lain pula uding, uding adalah sebuah permainan yang mengharuskan kita melompat-lompat seirama dengan ayunan karet yang diputar. Mekanisme nya serupa saat kita bermain skipping. Bedanya terletak pada jumlah orang yang mengayun memutar karet. Jikalau uding, dipegang dua orang disetiap ujungnya. Persamaan antara uding dengan karetan adalah alat yang digunakan sama-sama berasal dari untaian karet yang di rangkai. Tapi jika orang mengatakan kepada saya tentang sebuah permainan lompat tali, maka otak saya langsung menjurus pada permainan karetan ini.

Karetan dimainkan setidaknya oleh 3 - 12 orang. Usia pemain rata-rata 6-13 tahun, masa masa mereka duduk di bangku SD. Permainan ini dikelompok kan menjadi dua regu, regu pertama terdiri dari dua orang selaku regu jaga. Tugas mereka adalah memegang ujung tali untuk direnggang kan sehingga membentuk suatu rentangan karet dengan ketinggian tertentu. Sedangakan regu kedua terdiri dari sisa-sisa pemain yang tidak berjaga, tugas mereka adalah melompat i karet dengan ketinggian tertentu tersebut. Permainan ini membutuhkan tempat yang lapang untuk bermain, karena pelompat membutuhkan tempat ekstra untuk mengambil sebuah ancang-ancang untuk melompati tali tersebut.
Peraturan permainan ini sangat lah sederhana. Mereka yang mendapatkan hak melompat, harus melompati rentangan karet dengan ketinggian tertentu. Apabila mereka gagal melompati tali maka mereka berkewajiban menggantikan posisi pemegang karet, sedangkan pemegang karet yang tergantikan posisinya mendapatkan hak untuk melompat.
Ketinggian tertentu yang saya maksud dalam permainan ini adalah ketinggian yang sudah ditentukan sejak permainan ini ada. Batas ketinggian yang pertama adalah sebatas lutut pemegang tali, di ketinggian ini anggota tubuh pelompat tidak boleh mengenai tali. Apabila anggota tubuh pelompat mengenai tali maka ia dikatakan gagal. Batas ketinggian yang kedua adalah sebatas pinggang pemegang tali. Batas ketinggian yang ketiga adalah sebatas dada pemegang tali, batas ketinggian yang keempat adalah sebatas telinga pemegang tali. Untuk batas kelima, yaitu sebatas ujung kepala pemegang. Sedangkan untuk batas ke enam dan ketujuh yaitu sejengkal dari kepala pemain dan se acungan tangan pemegang tali (sepanjang tangan yang dihadapkan kelangit) hal ini biasa disebut dengan sak merdeka karena posisi tangan seperti ketika kita mengucapkan kata meredeka saat tanggal 17 Agustus.
Awal permainan ini adalah dengan menentukan regu. Regu pemegang tali atau regu pelompat. Untuk menentukan regu ini dilakukan dengan hompimpa atau gambreng. Apabila yang tersisa tinggal 2 orang maka diadakan suit atau sut jleng  untuk menentukan pemegang tali yang mana yang akan mendapatkan hak terlebih dahulu ketika ada pelompat yang gagal. Dua orang yang tersisa tersebut secara otomatis akan menjadi pemegang tali. Setelah regu telah terbetuk, maka dimulailah dengan ketinggian sebatas lutut dan seterusnya. Apabila pelompat terakhir telah mencapai puncak batas atau sak merdeka maka batas ketinggian dimulai dari awal lagi, berulang-ulang sampai para pemain merasa jenuh atau lelah sehingga permainan berakhir.
Dari Karetan saya belajar banyak hal. Tentang kejujuran, analisis, sportivitas, dan tanggung jawab. Karena itulah saya sangat menyukai permainan ini. Terima kasih teman-teman atas semua pembelajaran yang kalian berikan melalui permainan ini.


Sukoharjo,22 Januari 2012