Mungkin
kita sudah tidak asing lagi dengan kata Idealisme atau Realisme? Semua orang
boleh pernah mendengar kata Idealisme, Realisme. Namun tidak semua orang tahu
menahu tentang Idealisme dan Realisme. Dan di tulisan saya kali ini, saya ingin
membuka cakrawala pemahaman saya mengenai Idealisme dan Realisme.
Idealisme
adalah suatu paham yang menganggap akan kebenaran terhadap suatu hal, Idealisme
sendiri terbentuk akibat dari adanya pendidikan,kebiasaan,budaya,dan pengalaman
hidup. Idealisme tumbuh secara perlahan tapi pasti, yang akhirnya memasuki relung
jiwa seseorang dan kemudian akan mempengaruhi bagaimana ia bersikap, cara
bertingkah laku, pola pikir dan bagaimana ia memandang suatu hal.
Idealisme
terbagi menjadi dua macam yaitu, Idealisme aktif dan Idealisme pasif. Idealisme
aktif adalah sebuah Idealisme yang nantinya akan memunculkan
inspirasi-inspirasi yang bisa dilakukan dalam sebuah realitas. Selain itu ada
juga Idealisme pasif yang maya,utopis,dan berujung pada sebuah angan-angan yang
tak akan pernah bisa diwujudkan.
Di
lain sisi Realisme adalah suatu cara berpikir dan berperilaku yang cenderung
mengikuti arus lingkungan nya. Individu yang realis biasanya hanya akan melebur
kedalam lingkungan nya tanpa mengindahkan bahwa sesuatu yang ia masuk di
dalamnya itu bertentangan dengan paham yang mereka anut. Realisme tumbuh tidak
secara instan,mereka terbentuk dalam jiwa sesorang secara bertahap. Lambat laun
realisme yang tumbuh subur dalam diri seseorang akan menentukan bagaimana ia
menjalani sebuah kehidupan.
Lalu
apakah sebuah Idealisme itu penting? Apakah Realisme itu juga penting? Menurut
saya, iya. Mengapa iya?
Orang
sukses cenderung memiliki sebuah Idealisme. Entah itu Idealisme yang simple
atau terkesan kompleks. Kesuksesan mereka terbentuk oleh Idealisme mereka
sendiri. Orang Idealis cenderung berani melawan arus. Berani menghadapi
resiko-resiko yang mungkin akan mereka hadapi. Tapi dibaik perlawanan mereka ,
mereka yakin,mereka sadar mereka akan mendapat apa yang mereka impikan.
Idealisme adalah motor bagi sebuah perubahan. Dan perubahan itu membutuhkan
keberanian,perlawanan, yang merupakan peng-implentasian nyata dari sebuah
idealisme.
Namun
Idealisme tak akan berjalan dengan baik tanpa adanya realisme. Idealisme tanpa
realisme hanya akan berujung pada idealisme pasif yang utopis. Sikap yang
realistis sangat diperlukan untuk melihat, memahami,dan menganalisa realitas
kehidupan yang ada di lingkungannya. Sedangkan sikap idealis diperlukan untuk
perubahan kearah yang lebih baik yang terjadi dalam realita, menyempurnakan
sesatu yang masih ada kekurangan. Sebagai koreksi apabila terjadi sebuah
kesalahan.
Pernahkah
terpikir Idealis dan realis berjalan sendiri-sendiri? Manusia tak akan pernah
berkembang jika hanya mengandalkan sifat realistis yang cenderung just enjoy
the flow. Manusia tak akan pernah tumbuh, dan hanya akan menjadi individu yang
statis. Namun jika manusia hanya mengandalkan sebuah idealisme tanpa adanya
realisme yang mengikuti, hanyalah seorang manusia yang memiliki mimpi tapi tak
ada daya dan upaya untuk meraih mimpi tersebut , seperti adanya menegakkan
benang basah.
Jadi,
sebuah kehidupan akan berjalan lebih baik, apabila Idealisme dan Realisme
berjalan selaras, dalam suatu harmoni. Mereka bukan lah sesuatu yang saling
kontradiktif, tapi mereka terlahir untuk saling melengkapi satu sama lain.
Sukoharjo,06102011/20:36