Selasa, 11 Oktober 2011

IDEALIS REALIS

Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan kata Idealisme atau Realisme? Semua orang boleh pernah mendengar kata Idealisme, Realisme. Namun tidak semua orang tahu menahu tentang Idealisme dan Realisme. Dan di tulisan saya kali ini, saya ingin membuka cakrawala pemahaman saya mengenai Idealisme dan Realisme.
Idealisme adalah suatu paham yang menganggap akan kebenaran terhadap suatu hal, Idealisme sendiri terbentuk akibat dari adanya pendidikan,kebiasaan,budaya,dan pengalaman hidup. Idealisme tumbuh secara perlahan tapi pasti, yang akhirnya memasuki relung jiwa seseorang dan kemudian akan mempengaruhi bagaimana ia bersikap, cara bertingkah laku, pola pikir dan bagaimana ia memandang suatu hal.
Idealisme terbagi menjadi dua macam yaitu, Idealisme aktif dan Idealisme pasif. Idealisme aktif adalah sebuah Idealisme yang nantinya akan memunculkan inspirasi-inspirasi yang bisa dilakukan dalam sebuah realitas. Selain itu ada juga Idealisme pasif yang maya,utopis,dan berujung pada sebuah angan-angan yang tak akan pernah bisa diwujudkan.
Di lain sisi Realisme adalah suatu cara berpikir dan berperilaku yang cenderung mengikuti arus lingkungan nya. Individu yang realis biasanya hanya akan melebur kedalam lingkungan nya tanpa mengindahkan bahwa sesuatu yang ia masuk di dalamnya itu bertentangan dengan paham yang mereka anut. Realisme tumbuh tidak secara instan,mereka terbentuk dalam jiwa sesorang secara bertahap. Lambat laun realisme yang tumbuh subur dalam diri seseorang akan menentukan bagaimana ia menjalani sebuah kehidupan.
Lalu apakah sebuah Idealisme itu penting? Apakah Realisme itu juga penting? Menurut saya, iya. Mengapa iya?
Orang sukses cenderung memiliki sebuah Idealisme. Entah itu Idealisme yang simple atau terkesan kompleks. Kesuksesan mereka terbentuk oleh Idealisme mereka sendiri. Orang Idealis cenderung berani melawan arus. Berani menghadapi resiko-resiko yang mungkin akan mereka hadapi. Tapi dibaik perlawanan mereka , mereka yakin,mereka sadar mereka akan mendapat apa yang mereka impikan. Idealisme adalah motor bagi sebuah perubahan. Dan perubahan itu membutuhkan keberanian,perlawanan, yang merupakan peng-implentasian nyata dari sebuah idealisme.
Namun Idealisme tak akan berjalan dengan baik tanpa adanya realisme. Idealisme tanpa realisme hanya akan berujung pada idealisme pasif yang utopis. Sikap yang realistis sangat diperlukan untuk melihat, memahami,dan menganalisa realitas kehidupan yang ada di lingkungannya. Sedangkan sikap idealis diperlukan untuk perubahan kearah yang lebih baik yang terjadi dalam realita, menyempurnakan sesatu yang masih ada kekurangan. Sebagai koreksi apabila terjadi sebuah kesalahan.
Pernahkah terpikir Idealis dan realis berjalan sendiri-sendiri? Manusia tak akan pernah berkembang jika hanya mengandalkan sifat realistis yang cenderung just enjoy the flow. Manusia tak akan pernah tumbuh, dan hanya akan menjadi individu yang statis. Namun jika manusia hanya mengandalkan sebuah idealisme tanpa adanya realisme yang mengikuti, hanyalah seorang manusia yang memiliki mimpi tapi tak ada daya dan upaya untuk meraih mimpi tersebut , seperti adanya menegakkan benang basah.
Jadi, sebuah kehidupan akan berjalan lebih baik, apabila Idealisme dan Realisme berjalan selaras, dalam suatu harmoni. Mereka bukan lah sesuatu yang saling kontradiktif, tapi mereka terlahir untuk saling melengkapi satu sama lain.

Sukoharjo,06102011/20:36

0 komentar:

Posting Komentar