Dibatas
senja, setidaknya kita pernah saling mengisi mozaik masing-masing. Ketika kita secara
sama rela membagi harapan yang pernah kita punya. Ketika aku dan kamu saling
bertukar kepingan mozaik untuk membangun sebuah mimpi yang suatu saat harus
menjadi nyata.
Aku
dan kamu yang duduk dibawah langit senja, saling menertawakan mimpi
masing-masing. Bahkan ketika orang lain menganggap kita sudah gila. Tapi bukankah
kita memang sudah benar-benar gila. Ketika kita sadar, semua orang pasti mati
tetapi tidak semua benar-benar hidup.
Ketika
aku dan kamu mengintip masa depan melalui senja, kala itu.
Selepas senja, 6 Juni 2013
0 komentar:
Posting Komentar