Menghabiskan waktu sendirian menjelajahi kota itu tak pernah mudah untuk orang yang
belum terbiasa. Pikiran orang-orang bermain-main, menghasilkan asumsi ini dan
itu, belum lagi pemikiran dari diri sendiri untuk mengasumsikan tatapan mata
orang terhadap makhluk yang berjalan sendirian ini.
Hari ini, saya menikmati sore saya sendirian. Mencoba berdamai dengan keadaan. Berkencan
dengan diri sendiri, tidak selamanya menyedihkan. Ya, saya duduk di salah satu
warung di tengah kota saya.
Secangkir teh panas, di iringi hujan rintik-rintik.
Ah, ini selalu romantis dialog antara saya dan diri saya. Oh ya dialog tanpa
suara boleh kan? Hehehehe. Dan jujur saja, saya mencintai keadaan ini. Ketika
orang lain tidak memahami saya. Saya mencoba memaknai diri saya, mendengar,
mengerti, memahami. Yah,saya pikir kalo
bukan saya, lantas siapa ???
Dengan datangnya selembar daging sapi panggang disiram
saus ala timur tengah ditambah beberapa potongan kentang, saya mengakhiri tulisan
saya kali ini. Dan berpesan, when nobody heard you, understand you, just lay
down your ego and hear everything with your own heart. The one who know you so
well is yourself, no other.
0 komentar:
Posting Komentar